Maunya sih “sedia payung sebelum hujan”, dengan membeli minyak goreng untuk persediaan dua bulan ke depan. Apalagi menjelang Lebaran yang harga barang-barang pokok mulai merambat naik. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Saat dipakai untuk menggoreng makanan, minyak goreng tadi justru membawa malapetaka nan mematikan. Ada apa gerangan?

Membeli minyak goreng mestinya memang tidak “borongan”. Selain berisiko kena tuduhan sebagai “penimbun minyak goreng”, minyak goreng simpanan pun mudah rusak (rancid atau tengik). Kalau rusak, ia akan bersifat toksik yang meracuni tubuh. Minyak goreng tengik juga mengundang banyak penyakit, seperti jantung koroner, ateroklerosis, kanker, serta penuaan.

Sayangnya, tanda-tanda kerusakan minyak goreng sulit diketahui. Harus pakai tes laboratorium segala. Makanya, perhatikan selalu cara penyimpanannya

Lalu, bagaimana supaya minyak goreng tidak tengik?

Pertama, letakkan botol minyak goreng di tempat gelap (tidak langsung kena sinar lampu atau matahari). Ingat, cahaya merupakan musuh utama, yang dapat mengubah minyak goreng baik menjadi tengik.

Kedua, pilih botol berwarna gelap agar minyak goreng aman dari kerusakan yang disebabkan cahaya.

Ketiga, setelah dipakai, simpan botol dalam keadaan tertutup.

Keempat, supaya minyak goreng tidak tengik, jika menyimpan minyak goreng di dalam botol, usahakan udara di atas botol sedikit mungkin.

Kelima, jangan tempatkan minyak goreng di dalam kaleng. Logam kaleng akan bereaksi dengan minyak goreng dan mempercepat tengik. Apabila minyak goreng disimpan agak lama, akan ada bagian minyak yang cair dan mengental. Buanglah bagian yang kental.

Terakhir, di atas penggorengan, temperatur tinggi mempercepat perubahan minyak yang tadinya bersifat cis (tidak berbahaya), menjadi trans (berbahaya). Minyak pun menjadi berisiko jika digunakan lagi. Jadi, kebiasaan menggunakan minyak jelantah (minyak bekas menggoreng) untuk sambal, atau campuran makanan lainnya, sebaiknya dihindari.

Nah, itu tadi tips supaya minyak goreng tidak tengik. Anda mau mencobanya?

Sumber : intisari

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan kritik dan saran Anda, untuk kemajuan, kemudahan, serta isi yang bermanfaat di blog ini,
dan mohon do'anya juga :)
Terima Kasih

Assalamu'alaikum

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS

Top